PENTING NYA SEBUAH AKAL :’)

Ya Allaah, kami bagaikan bangkai busuk yang hidup didaratan, kami bagaikan hewan yang tak berakal, sekian lama kami memperdalam ilmu, di selingi keseriusan kadang bersantai santai !! semakin kesana saya semakin bodoh, dungu, entah kemana akal ini pergi تمت المرء عقله sempurnanya seseorang itu terdapat pada akal nya ”,. sedangkan akal itu adalah mutiara yang sangat lembut ( jauhar al-lathief ) yang bertempat di hati sebagian riwayat mengatakan ada pada otak nya, dengan akal kita dapat mengaplikasikan ilmu. tapi yang kenyata’anku sebaliknya dari itu. kami kekurangan akal di dalam ber mu’asyaroh, bergaul, interaksi, dan majlas terhadap ashab yang lama tak jumpa sekalipun terhadap keluarga sendiri. sejenak pikiran ku membawa terbang ke sebuah perkata’an seorang yang sangat alim dan musnid fizzamaan beliau lah Al-Habib Umar bin Muhammad Bin Hafidz , beliau menerangkan dalam halagohnya : إذا سمعت الفضول نطقت بالفضول.. وإذا سمعت كلام الله و كلام الرسول و الصالحين نطقت بالفضل لا بالفضول . الفضول هو كل ما زاد علي قدر الحاجة ” jika seseorang telah telah mendengarkan perkara yang tidak manfa’at ( berlebihan ) maka ia pun akan berbicara pada perkara yang tidak manfa’at, dan jika seseorang telah mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an, hadits nabi, ucapanya orang orang sholihin maka ia akan berbicara pada ucapan yang manfa’at bukan yang berlebihan yang tidak manfa’at ” . fudhul adalah : sesuatu perkara yang melebihi dari kadar kebutuhan . yang mana di katakan juga di dalam kitab siroj at-tholibin fudulul halal haram ( terlalu banyak berlebihan di dalam perkara yang halal itu hukum nya haram ) .
begitu juga para bulagho’ mengatakan : كل شيء مبدئها بالنظر ( permula’an setiap sesuatu itu dengan pandangan ) . dengan mata kita memandang kemolekan tubuh seorang wanita, pikiran merajuk rayu terhadap kita membimbing dalam sebuah kebinasa’an, butakan lah mata pada perkara yang diharamkan oleh Allah.
dan kenapa akal ku sa’at ini kurang sempurna ? bahkan bisa dikatakan dungu.. mereka bercerita lelucon kami pun tidak faham dan mereka tertawa kami hanya diam, sa’at mereka merasakan kebahagia’an kami merasakan suatu hal yang biasa, kami tak seirama dengan mereka, kami tak faham apa yang mereka bicarakan.. bukan karena bahasa yang berbeda, kami mencari kefahaman hasil dan faedah ceritu itu apa, kami tidak bisa menemukan.. hanya terdiam membisu, Ya Allah . . . wala jabar khotir wala suppel !! ini sebab apa ?? kok akal kami terasa tiada . amaliyyah apa yang membuat aku seperti ini,  wallahu a’laam . tak faham sudah… pusing kepala ana !!topsiaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s